• Cougar

    puslitdesbangda

    Pusat Penelitian Pedesaan dan Pengembangan Daerah (PUSLITDESBANGDA)

  • Lions

    puslitdesbangda

    Pusat Penelitian Pedesaan dan Pengembangan Daerah (PUSLITDESBANGDA)

  • Snowalker

    puslitdesbangda

    Pusat Penelitian Pedesaan dan Pengembangan Daerah (PUSLITDESBANGDA)

  • Howling

    puslitdesbangda

    Pusat Penelitian Pedesaan dan Pengembangan Daerah (PUSLITDESBANGDA)

  • Sunbathing

    puslitdesbangda

    Pusat Penelitian Pedesaan dan Pengembangan Daerah (PUSLITDESBANGDA)

Category: Rilis

Rapat Penyusunan SOP Pengendalian Hama & Penyakit Tanaman

foto-rapat-23-nov-2016

Rabu, 23 November 2016 bertempat di ruang PUSLITDESBANGDA LPPM UNS, diadakan rapat koordinasi kegiatan Penyusunan SOP Pengendalian Hama dan Penyakit Tanaman di Kabupaten Grobogan. Kegiatan ini diselenggarakan PUSLITDESBANGDA bekerja sama dengan Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Grobogan, dengan melibatkan Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan - Pengamat Hama dan Penyakit (POPT-PHP) dan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) yang ada di Kabupaten Grobogan. Untuk tim dari PUSLITDESBANGDA diwakili oleh Prof. Dr. Ir. Sudibya, MS; Dr. Ir. Supriyadi, MS (Prodi Agroteknologi-Ilmu Hama Tumbuhan UNS), sedangkan perwakilan dari G

Workshop Evaluasi Borang dan Sistem Akreditasi Pusat Studi

Senin, 7 November 2016 bertempat di Hotel Dana Surakarta, PUSLITDESBANGDA LPPM UNS mengikuti workshop “Evaluasi Borang dan Sistem Akreditasi Pusat Studi di Lingkungan LPPM UNS Surakarta”. Workshop dihadiri oleh para kepala pusat studi dan stafnya masing-masing beserta seluruh jajaran staf dan pimpinan LPPM UNS. Evaluasi borang dan sistem akreditasi pusat studi tahun ini tidak lagi berdasarkan pada dokumen isian borang yang harus dijilid, melainkan menggunakan sistem baru yang berbasis pada luaran/output yang diinput secara online ke dalam iris1103. Dengan menggunakan sistem ini akan lebih simpel dan mudah bagi pusat studi dalam menginput kinerjanya masing-masing.

Update Data Sismiop PBB-P2 di Kab. Grobogan

PUSLITDESBANGDA LPPM UNS bekerja sama dengan Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Grobogan dalam kegiatan Update Data Sismiop PBB-P2 di Kabupaten Grobogan. Kegiatan yang diketuai oleh Drs. Sugiyanto, M.Si, M.Si dari FKIP Geografi UNS ini melibatkan sekitar 20 mahasiswa yang telah habis teori dan ditargetkan selesai hingga 20 Desember tahun ini.

Maksud dilakukannya kegiatan pendataan dan penilaian PBB ini adalah untuk menghimpun data potensi yang lebih akurat dan menganalisa permasalahan yang berkaitan dengan potensi Pajak Bumi dan Bangunan agar bisa dijadikan sebagai acuan dalam penentuan kebijakan di bidang pajak daerah, khususnya untuk Pajak Bumi dan Bangunan. Secara umum pendataan dan penilaian (menghitung) potensi peningkatan Pajak Daerah khususnya untuk Pajak Bumi dan Bangunan pada akhirnya bertujuan untuk mengoptimalkan pendapatan daerah sesuai dengan potensi riil yang ada. Untuk itu secara teknis kegiatan ini bertujuan khusus untuk: (1) Menghitung perkembangan masing-masing obyek pajak di wilayah  yang ditentukan di hitung secara sensus di Kabupaten Grobogan dengan wilayah yang secara potensial meningkat perkembangannya dari segi pemetaan geografis bangunan; (2) Menentukan lokasi obyek yang akan didata dengan melalui Penyebaran SPOP dan  L-SPOP, dengan difokuskan pada beberapa wilayah; (3) Menghitung proyeksi dan simulasi sesuai target penyebaran sebagai dasar evaluasi penetapan jumlah kenaikan Pendapatan melalui sektor PBB; dan (4) Menggambar peta Blok di masing-masing desa yang telah didata wajib pajaknya (-Desi-).

FGD tentang Validasi Jalan Kabupaten

Belum lama ini tim peneliti PUSLITDESBANGDA LPPM UNS melakukan Focus Group Discussion (FGD) mengenai Validasi Jalan Kabupaten di Wilayah Kabupaten Grobogan dalam tahun 2014. FGD ini diikuti 13 orang, antara lain utusan dari Dinas Bina Marga DPU Kabupaten Grobogan, UPTD bidang Jalan yang tersebar di 6 wilayah Kabupaten Grobogan, Dinas Pertanahan, Dinas Perhubungan, Komunikasi, Informasi dan Transportasi Jalan. Dalam pembukaannya, Kabid Aset Daerah, Drs. Ambang menjelaskan bahwa kegiatan Validasi Jalan Kabupaten di Wilayah Kabupaten Grobogan Tahun 2014 ini merupakan rekomendasi dari BPK-P Kabupaten Grobogan tahun 2013 yang selanjutnya diteruskan dihitung nilai ekonomisnya berdasarkan harga PJOP di daerah setempat. Dengan demikian nantinya akan dapat diketahui nilai ekonomis seluruh jalan Kabupaten Grobogan.

Read more »

Lokakarya Draf Perda Tuntutan Ganti Rugi (TGR)

Tim peneliti PUSLITDESBANGDA LPPM UNS yang terdiri dari Waluyo, SH, M.Hum; Dr. Sutopo, MS dan Drs. Sumardi, M.Si menyampaikan draf Perda tentang Tata Cara Tuntutan Ganti Rugi Daerah di Pemerintah Kabupaten Grobogan di hadapan peserta lokakarya belum lama ini. Lokakarya yang diselenggarakan di ruang sidang DPPKAD Kabupaten Grobogan ini diikuti oleh beberapa SKPD yang terkait dengan pengawasan keuangan daerah seperti Irjen, Asisten I, DPPKAD, Bagian Hukum dan SKPD lainnya yang terkait. Ruang lingkup pengaturan dalam Perda ini meliputi penyelesaian ganti kerugian daerah terhadap bendahara dan pegawai bukan bendahara di lingkungan pemerintah daerah dan pihak ketiga. Subyek penyebab terjadinya kerugian daerah adalah: Bendahara, Pegawai bukan Bendahara dan pihak ketiga informasi kerugian daerah dapat diketahui dari hasil pemeriksaan BPK, Pengawasan Aparat Pengawas Fungsional, pengawasan dan atau pemberitahuan atasan langsung bendahara dan atau pegawai bukan bendahara atau Kepala SKPD.. Diharapkan pada akhir Juni mendatang draf Perda TGR sudah dapat dibahas bersama legislatif.

Tim Peneliti PUSLITDESBANGDA Adakan FGD tentang Ketahanan dan Keamanan Pangan

Belum lama ini Tim Peneliti PUSLITDESBANGDA LPPM UNS melakukan focus group discussion (FGD) tentang studi Pengembangan Metode Pengelolaan Sumber Daya Perikanan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat dan mendukung ketahanan serta keamanan pangan. FGD diselenggarakan di wilayah Kecamatan Cokrotulung diikuti oleh 7 orang yang terdiri dari para Kepala Desa yang wilayahnya potensial untuk mengembangkan upaya bidang perikanan, pihak BAPPEDA, Dinas Perikanan dan para tim peneliti dari PUSLITDESBANGDA LPPM UNS. Sedangkan tim peneliti dari PUSLITDESBANGDA LPPM UNS terdiri dari Prof. Dr. Ir. Bambang Pujiasmanto, MS (ketua); Dr. Sutopo, MS, Istijabatul Aliyah, ST, MT; Dr. Mulyanto, ME dan Dra. Rara Sugiarti, M.Tourism sebagai anggotanya.

Dalam diskusi itu banyak menyoroti tentang potensi sumber daya alam dan potensi sumber daya manusia. Yang menjadi isu aktual adalah ternyata para petani ikan di dua desa tersebut sebagian besar para generasi muda. Hal ini menarik apabila dibandingkan dengan para petani tanaman pangan yang mana para generasi mudanya sudah tidak banyak yang tertarik. Dalam FGD itu juga ada kesepakatan bahwa di wilayah tersebut ternyata potensial jika dikembangkan menjadi agrimini politan.


Tim Peneliti PUSLITDESBANGDA Menjadi Narasumber Pengelolaan Keuangan Daerah Sesuai dengan Regulasi yang Terbaru

Belum lama ini PUSLITDESBANGDA LPPM UNS melakukan pendampingan dalam Bintek Perencanaan dan Pertanggungjawaban Keuangan bagi Aparatur Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura di Hotel Paradise Batu Malang. Bintek yang diselenggarakan selama 2 hari pada tanggal 24-25 Juni 2013 dikuti 65 peserta yang terdiri dari para karyawan yang bertugas pada perencanaan dan pengelolaan keuangan daerah seperti bendahara, pembantu bendahara dan pemegang kas.

Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dan ketrampilan tentang perencanaan dan pertanggungjawaban keuangan, sehingga nantinya di akhir tahun para aparatur pemerintah daerah akan dapat dengan cepat dan tepat cara membuat SPJ. Sebab menurut rencana, mulai tanggal 1 Januari tahun 2015 Pemerintah Daerah Kabupaten Grobogan untuk semua SKPD dalam membuat pertanggungjawaban keuangan sudah harus menggunakan Sistem Akuntansi Berbasis Akrual. Untuk itu dalam sambutan penutupan Bintek, Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Grobogan, Ir. Edhie Sudaryanto, MM menegaskan bahwa pentingnya Bintek ini terutama untuk para pemegang keuangan negara agar betul-betul memahami dalam membuat pertanggungjawaban keuangan dan apabila kurang jelas dapat berkonsultasi dengan para pakar Akuntansi dari PUSLITDESBANGDA LPPM UNS.

Produktivitas Lahan Usahatani Sesuai Kelembagaan Lahan (Suatu Tinjauan Teoritis)

Dalam Journal of Rural and Development Vol. III No. 1 Februari 2012, hal. 1-13

Oleh: Suwarto (Fakultas Pertanian UNS)

Abstract

Land is an important factor in farm. Lack of land availability, uneven, caused the cooperation between farmer whose wide land and farmer whose narrow or no land in to institutional land. Land institution cooperation happens a lot in the form of rental and sharecropping. In this case if an institution cooperation does not manage properly, the land farm productivity would be redused. This theoretical study aim to explain the productivity of land with regard to the behavior of farmers in the use of appropriate input as land institution. Scientists initially develop the first theory that became known as the traditional theory, which explains that sharecropping not produce optimum land productivity. The next scientist invalidates the theory of traditional and explained that sharecropping can achieve the same land productivity on land managed by the landlord or the rent. However, in part experts explain that there is opportunity in sharecropping conflict in determining the optimal input.


Key words: land farm, productivity, land institution

Abstrak

Lahan merupakan faktor penting dalam pertanian. Kurangnya ketersediaan lahan, tidak merata, menyebabkan kerjasama antara petani yang lahannya luas dan petani yang sempit atau tidak punya lahan di atas kelembagaan lahan. Kerjasama dalam kelembagaan tanah sering terjadi dalam bentuk sewa dan bagi hasil. Dalam hal ini jika kerjasama kelembagaan tidak dikelola dengan baik, produktivitas lahan pertanian akan menurun. Tujuan dari studi teoritis ini adalah untuk menjelaskan produktivitas lahan berkaitan dengan perilaku petani dalam penggunaan input yang tepat sebagai kelembagaan lahan. Para ilmuwan awalnya mengembangkan teori pertama yang kemudian dikenal sebagai teori tradisional, yang menjelaskan bahwa bagi hasil tidak menghasilkan produktivitas lahan yang optimal. Para ilmuwan selanjutnya menyanggah teori tradisional dan menjelaskan bahwa bagi hasil dapat mencapai produktivitas lahan yang sama pada lahan yang dikelola oleh pemilik atau sewa. Namun, sebagian ahli menjelaskan bahwa ada peluang terjadinya konflik bagi hasil dalam menentukan input yang optimal.

Kata kunci: lahan usahatani, produktivitas, kelembagaan lahan

Kajian Multilokasi Rekomendasi Pupuk di Kab. Grobogan

PUSLITDESBANGDA LPPM UNS bekerjasama dengan Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Grobogan mengadakan kegiatan penelitian tentang Kajian Multilokasi Rekomendasi Pupuk di Kabupaten Grobogan Tahun 2011. Maksud dari kegiatan ini adalah untuk mendapatkan data dan informasi mengenai unsur hara tanah pada lahan sawah irigasi non-teknis yang akan dijadikan database dalam membuat kebijakan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan pada sektor pertanian di Kabupaten Grobogan. Sedangkan tujuan dari kegiatan ini adalah untuk membuat rekomendasi pemupukan untuk tanaman padi sawah, jagung, kedelai dan kacang hijau pada lahan sawah irigasi non-teknis di Kabupaten Grobogan.

Pelaksanaan kegiatan penelitian ini diketuai oleh Hery Widijanto, SP, MP dan dengan anggota yang terdiri dari Dr. Ir. Subagiya, MP dan Ir. Sumarno, MP dari Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret Surkarta.

Hasil laporan penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai acuan dalam penyusunan rekomendasi pemupukan khususnya untuk komoditi padi sawah, jagung, kedelai dan kacang hijau pada lahan sawah irigasi non-teknis di Kabupaten Grobogan pada masa mendatang, dimana Grobogan merupakan lumbung pangan bagi Jawa Tengah di bagian timur.

Penguasaan Tanah Ruang Pengawasan Jalur Kereta Api di Daerah Surakarta

Dalam Journal of Rural and Development Vol. II No. 2 Agustus 2011, hal. 54

Oleh: Rahayu Subekti dan Wida Astuti (Fakultas Hukum UNS)

Abstract

The purpose of this study was to determine the form of land mastery by residents to the railway control room land in the City of Surakarta and to know the rights that granted to residents who dominate the railway control room land in the City of Surakarta.

This study includes in the non doctrinal legal research type or empirical legal research. Meanwhile, when seen from nature including in the qualitative descriptive research, which is a study that describes the form of land mastery by residents the railway control room land in Surakarta region. In this study used primary data and secondary data. Data collection techniques using qualitative analysis with deductive and inductive thinking, a combination was based on three main components which include data reduction, data presentation and conclusions.

Based on research results can be known, that the mastery of railway control room land in the Surakarta region has been made ​​since a long time and is done for generations, and takes the form of land rent in writing between PT. KAI DAOPS 6 Yogyakarta and residents. Land rent between PT. KAI DAOPS 6 Yogyakarta and land tenants performed for a year, and will be extended if it has not been used for the activity of PT. KAI. The land tenant rights is PT KAI obligation as well as the obligations of the land tenant is the right of PT KAI DAOPS 6 Yogyakarta. As for the rights of land tenants are in accordance with the tenant rights in generally that accepted the land in accordance with the agreement, it is stipulated in the agreement made ​​between the PT KAI Daops 6 Yogyakarta and the land tenant.

Suggestions, should be made ​​the rules that particularly regulate about the land rent because during this time is no detail provision in the UUPA.

Keywords: land mastery, railway control, Surakarta