{"id":649,"date":"2016-11-09T05:50:29","date_gmt":"2016-11-09T05:50:29","guid":{"rendered":"http:\/\/puslitdesbangda.lppm.uns.ac.id\/?p=649"},"modified":"2016-11-09T05:50:29","modified_gmt":"2016-11-09T05:50:29","slug":"strategi-pengembangan-kain-celup-ikat-jumputan-pelangi-dan-tritik-sebagai-upaya-pelestarian-budaya-melalui-industri-kreatif-di-yogyakarta-dan-sekitarnya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/puslitdesbangda.lppm.uns.ac.id\/?p=649","title":{"rendered":"Strategi Pengembangan Kain Celup Ikat (Jumputan, Pelangi dan Tritik) sebagai Upaya Pelestarian Budaya melalui Industri Kreatif di Yogyakarta dan Sekitarnya"},"content":{"rendered":"<table border=\"0\" cellspacing=\"0\" cellpadding=\"0\">\n<tbody>\n<tr>\n<td width=\"130\" valign=\"top\">Ketua<\/td>\n<td width=\"19\" valign=\"top\">:<\/td>\n<td width=\"369\" valign=\"top\">Dr. Ir. Mohammad Harisudin, M.Si<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"130\" valign=\"top\">Skim<\/td>\n<td width=\"19\" valign=\"top\">:<\/td>\n<td width=\"369\" valign=\"top\">Penelitian Strategis Nasional (Stranas) Tahun ke-2<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"130\" valign=\"top\">Sumber   Dana<\/td>\n<td width=\"19\" valign=\"top\">:<\/td>\n<td width=\"369\" valign=\"top\">DIKTI<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"130\" valign=\"top\">Lama   Penelitian<\/td>\n<td width=\"19\" valign=\"top\">:<\/td>\n<td width=\"369\" valign=\"top\">2 Tahun<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p><strong>ABSTRAK<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Kebutuhan masyarakat terhadap kain serupa batik, tritik, jumputan dan pelangi, menunjukkan peningkatan yang cukup berarti. Dewasa ini, kain-kain ini sering dipergunakan sebagai kain kaos, tas, baju, maupun kaos kaki. Kain serupa batik ini banyak diproduksi di Yogyakarta dan Solo. Desain dan model kain celup ikat memiliki karakteristik dan keunikan tersendiri sehingga mempunyai selling point yang relatif menarik. Efisiensi di semua aspek diperlukan untuk menghadapi persaingan dengan negara lain. Hal ini mencakup pengadaan bahan baku, produksi sampai pemasaran, dengan demikian dapat dihasilkan produk-produk yang berkualitas dengan harga bersaing. Pengrajin celup ikat di Yogyakarta dan Solo perlu meningkatkan kualitas dan menyusun strategi yang tepat untuk kesuksesan celup ikat di pasar domestic maupun internasional. kegiatan ini bertujuan untuk menciptakan desain baru corak kain celup ikat yang diminati masyarakat modern dan disesuaikan dengan tren fashion masa kini dan menciptakan inovasi teknik produksi desain baru corak kain celup ikat (tritik, jumputan dan pelangi) di Yogyakarta dan sekitarnya guna meningkatkan kualitas kain celup ikat dalam persaingan dengan produk tekstil lainnya di pasar domestik maupun internasional. kegiatan dilakukan di Yogya dan sekitarnya.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ketua : Dr. Ir. Mohammad Harisudin, M.Si Skim : Penelitian Strategis Nasional (Stranas) Tahun ke-2 Sumber Dana : DIKTI Lama Penelitian : 2 Tahun ABSTRAK Kebutuhan masyarakat terhadap kain serupa batik, tritik, jumputan dan pelangi, menunjukkan peningkatan yang cukup berarti. Dewasa ini, kain-kain ini sering dipergunakan sebagai kain kaos, tas, baju, maupun kaos kaki. Kain serupa batik ini banyak diproduksi di Yogyakarta dan Solo. Desain dan model kain celup ikat memiliki karakteristik dan keunikan tersendiri sehingga mempunyai selling point yang relatif menarik. Efisiensi di semua aspek diperlukan untuk menghadapi persaingan dengan negara lain. Hal ini mencakup pengadaan bahan baku, produksi sampai pemasaran, dengan demikian dapat dihasilkan produk-produk yang berkualitas dengan harga bersaing. Pengrajin celup ikat di Yogyakarta dan Solo perlu meningkatkan kualitas dan menyusun strategi yang tepat untuk kesuksesan celup ikat di pasar domestic maupun internasional. kegiatan ini bertujuan untuk menciptakan desain baru corak kain celup ikat yang diminati masyarakat modern dan disesuaikan dengan tren fashion masa kini dan menciptakan inovasi teknik produksi desain baru corak kain celup ikat (tritik, jumputan dan pelangi) di Yogyakarta dan sekitarnya guna meningkatkan kualitas kain celup ikat dalam persaingan dengan produk tekstil lainnya di pasar domestik maupun internasional. kegiatan dilakukan di Yogya dan sekitarnya.<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-649","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-penelitianpengabdian-masyarakat"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.7 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Strategi Pengembangan Kain Celup Ikat (Jumputan, Pelangi dan Tritik) sebagai Upaya Pelestarian Budaya melalui Industri Kreatif di Yogyakarta dan Sekitarnya - Pusat Penelitian Pedesaan dan Pengembangan Daerah<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/puslitdesbangda.lppm.uns.ac.id\/?p=649\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Strategi Pengembangan Kain Celup Ikat (Jumputan, Pelangi dan Tritik) sebagai Upaya Pelestarian Budaya melalui Industri Kreatif di Yogyakarta dan Sekitarnya - Pusat Penelitian Pedesaan dan Pengembangan Daerah\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Ketua : Dr. Ir. Mohammad Harisudin, M.Si Skim : Penelitian Strategis Nasional (Stranas) Tahun ke-2 Sumber Dana : DIKTI Lama Penelitian : 2 Tahun ABSTRAK Kebutuhan masyarakat terhadap kain serupa batik, tritik, jumputan dan pelangi, menunjukkan peningkatan yang cukup berarti. Dewasa ini, kain-kain ini sering dipergunakan sebagai kain kaos, tas, baju, maupun kaos kaki. Kain serupa batik ini banyak diproduksi di Yogyakarta dan Solo. Desain dan model kain celup ikat memiliki karakteristik dan keunikan tersendiri sehingga mempunyai selling point yang relatif menarik. Efisiensi di semua aspek diperlukan untuk menghadapi persaingan dengan negara lain. Hal ini mencakup pengadaan bahan baku, produksi sampai pemasaran, dengan demikian dapat dihasilkan produk-produk yang berkualitas dengan harga bersaing. Pengrajin celup ikat di Yogyakarta dan Solo perlu meningkatkan kualitas dan menyusun strategi yang tepat untuk kesuksesan celup ikat di pasar domestic maupun internasional. kegiatan ini bertujuan untuk menciptakan desain baru corak kain celup ikat yang diminati masyarakat modern dan disesuaikan dengan tren fashion masa kini dan menciptakan inovasi teknik produksi desain baru corak kain celup ikat (tritik, jumputan dan pelangi) di Yogyakarta dan sekitarnya guna meningkatkan kualitas kain celup ikat dalam persaingan dengan produk tekstil lainnya di pasar domestik maupun internasional. kegiatan dilakukan di Yogya dan sekitarnya.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/puslitdesbangda.lppm.uns.ac.id\/?p=649\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Pusat Penelitian Pedesaan dan Pengembangan Daerah\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2016-11-09T05:50:29+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"puslitdesbangda\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"puslitdesbangda\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"1 minute\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/puslitdesbangda.lppm.uns.ac.id\\\/?p=649#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/puslitdesbangda.lppm.uns.ac.id\\\/?p=649\"},\"author\":{\"name\":\"puslitdesbangda\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/puslitdesbangda.lppm.uns.ac.id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/6294152fc0fc36c2a72ccbeefdee2ae2\"},\"headline\":\"Strategi Pengembangan Kain Celup Ikat (Jumputan, Pelangi dan Tritik) sebagai Upaya Pelestarian Budaya melalui Industri Kreatif di Yogyakarta dan Sekitarnya\",\"datePublished\":\"2016-11-09T05:50:29+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/puslitdesbangda.lppm.uns.ac.id\\\/?p=649\"},\"wordCount\":216,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/puslitdesbangda.lppm.uns.ac.id\\\/#organization\"},\"articleSection\":[\"Penelitian\\\/Pengabdian Masyarakat\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/puslitdesbangda.lppm.uns.ac.id\\\/?p=649\",\"url\":\"https:\\\/\\\/puslitdesbangda.lppm.uns.ac.id\\\/?p=649\",\"name\":\"Strategi Pengembangan Kain Celup Ikat (Jumputan, Pelangi dan Tritik) sebagai Upaya Pelestarian Budaya melalui Industri Kreatif di Yogyakarta dan Sekitarnya - Pusat Penelitian Pedesaan dan Pengembangan Daerah\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/puslitdesbangda.lppm.uns.ac.id\\\/#website\"},\"datePublished\":\"2016-11-09T05:50:29+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/puslitdesbangda.lppm.uns.ac.id\\\/?p=649#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/puslitdesbangda.lppm.uns.ac.id\\\/?p=649\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/puslitdesbangda.lppm.uns.ac.id\\\/?p=649#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/puslitdesbangda.lppm.uns.ac.id\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Strategi Pengembangan Kain Celup Ikat (Jumputan, Pelangi dan Tritik) sebagai Upaya Pelestarian Budaya melalui Industri Kreatif di Yogyakarta dan Sekitarnya\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/puslitdesbangda.lppm.uns.ac.id\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/puslitdesbangda.lppm.uns.ac.id\\\/\",\"name\":\"Pusat Penelitian Pedesaan dan Pengembangan Daerah\",\"description\":\"\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/puslitdesbangda.lppm.uns.ac.id\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/puslitdesbangda.lppm.uns.ac.id\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/puslitdesbangda.lppm.uns.ac.id\\\/#organization\",\"name\":\"Pusat Penelitian Pedesaan dan Pengembangan Daerah\",\"url\":\"https:\\\/\\\/puslitdesbangda.lppm.uns.ac.id\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/puslitdesbangda.lppm.uns.ac.id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/puslitdesbangda.lppm.uns.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/01\\\/WhatsApp_Image_2023-07-07_at_13.44.26__1_-removebg-preview-1-1.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/puslitdesbangda.lppm.uns.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/01\\\/WhatsApp_Image_2023-07-07_at_13.44.26__1_-removebg-preview-1-1.png\",\"width\":449,\"height\":256,\"caption\":\"Pusat Penelitian Pedesaan dan Pengembangan Daerah\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/puslitdesbangda.lppm.uns.ac.id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/puslitdesbangda.lppm.uns.ac.id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/6294152fc0fc36c2a72ccbeefdee2ae2\",\"name\":\"puslitdesbangda\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/9769582fc105dd566e077f65e4e3563cc661bff0644b2f244755e6a694b7fde5?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/9769582fc105dd566e077f65e4e3563cc661bff0644b2f244755e6a694b7fde5?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/9769582fc105dd566e077f65e4e3563cc661bff0644b2f244755e6a694b7fde5?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"puslitdesbangda\"},\"sameAs\":[\"http:\\\/\\\/puslitdesbangda.lppm.uns.ac.id\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/puslitdesbangda.lppm.uns.ac.id\\\/?author=1\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Strategi Pengembangan Kain Celup Ikat (Jumputan, Pelangi dan Tritik) sebagai Upaya Pelestarian Budaya melalui Industri Kreatif di Yogyakarta dan Sekitarnya - Pusat Penelitian Pedesaan dan Pengembangan Daerah","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/puslitdesbangda.lppm.uns.ac.id\/?p=649","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Strategi Pengembangan Kain Celup Ikat (Jumputan, Pelangi dan Tritik) sebagai Upaya Pelestarian Budaya melalui Industri Kreatif di Yogyakarta dan Sekitarnya - Pusat Penelitian Pedesaan dan Pengembangan Daerah","og_description":"Ketua : Dr. Ir. Mohammad Harisudin, M.Si Skim : Penelitian Strategis Nasional (Stranas) Tahun ke-2 Sumber Dana : DIKTI Lama Penelitian : 2 Tahun ABSTRAK Kebutuhan masyarakat terhadap kain serupa batik, tritik, jumputan dan pelangi, menunjukkan peningkatan yang cukup berarti. Dewasa ini, kain-kain ini sering dipergunakan sebagai kain kaos, tas, baju, maupun kaos kaki. Kain serupa batik ini banyak diproduksi di Yogyakarta dan Solo. Desain dan model kain celup ikat memiliki karakteristik dan keunikan tersendiri sehingga mempunyai selling point yang relatif menarik. Efisiensi di semua aspek diperlukan untuk menghadapi persaingan dengan negara lain. Hal ini mencakup pengadaan bahan baku, produksi sampai pemasaran, dengan demikian dapat dihasilkan produk-produk yang berkualitas dengan harga bersaing. Pengrajin celup ikat di Yogyakarta dan Solo perlu meningkatkan kualitas dan menyusun strategi yang tepat untuk kesuksesan celup ikat di pasar domestic maupun internasional. kegiatan ini bertujuan untuk menciptakan desain baru corak kain celup ikat yang diminati masyarakat modern dan disesuaikan dengan tren fashion masa kini dan menciptakan inovasi teknik produksi desain baru corak kain celup ikat (tritik, jumputan dan pelangi) di Yogyakarta dan sekitarnya guna meningkatkan kualitas kain celup ikat dalam persaingan dengan produk tekstil lainnya di pasar domestik maupun internasional. kegiatan dilakukan di Yogya dan sekitarnya.","og_url":"https:\/\/puslitdesbangda.lppm.uns.ac.id\/?p=649","og_site_name":"Pusat Penelitian Pedesaan dan Pengembangan Daerah","article_published_time":"2016-11-09T05:50:29+00:00","author":"puslitdesbangda","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"puslitdesbangda","Est. reading time":"1 minute"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/puslitdesbangda.lppm.uns.ac.id\/?p=649#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/puslitdesbangda.lppm.uns.ac.id\/?p=649"},"author":{"name":"puslitdesbangda","@id":"https:\/\/puslitdesbangda.lppm.uns.ac.id\/#\/schema\/person\/6294152fc0fc36c2a72ccbeefdee2ae2"},"headline":"Strategi Pengembangan Kain Celup Ikat (Jumputan, Pelangi dan Tritik) sebagai Upaya Pelestarian Budaya melalui Industri Kreatif di Yogyakarta dan Sekitarnya","datePublished":"2016-11-09T05:50:29+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/puslitdesbangda.lppm.uns.ac.id\/?p=649"},"wordCount":216,"publisher":{"@id":"https:\/\/puslitdesbangda.lppm.uns.ac.id\/#organization"},"articleSection":["Penelitian\/Pengabdian Masyarakat"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/puslitdesbangda.lppm.uns.ac.id\/?p=649","url":"https:\/\/puslitdesbangda.lppm.uns.ac.id\/?p=649","name":"Strategi Pengembangan Kain Celup Ikat (Jumputan, Pelangi dan Tritik) sebagai Upaya Pelestarian Budaya melalui Industri Kreatif di Yogyakarta dan Sekitarnya - Pusat Penelitian Pedesaan dan Pengembangan Daerah","isPartOf":{"@id":"https:\/\/puslitdesbangda.lppm.uns.ac.id\/#website"},"datePublished":"2016-11-09T05:50:29+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/puslitdesbangda.lppm.uns.ac.id\/?p=649#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/puslitdesbangda.lppm.uns.ac.id\/?p=649"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/puslitdesbangda.lppm.uns.ac.id\/?p=649#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/puslitdesbangda.lppm.uns.ac.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Strategi Pengembangan Kain Celup Ikat (Jumputan, Pelangi dan Tritik) sebagai Upaya Pelestarian Budaya melalui Industri Kreatif di Yogyakarta dan Sekitarnya"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/puslitdesbangda.lppm.uns.ac.id\/#website","url":"https:\/\/puslitdesbangda.lppm.uns.ac.id\/","name":"Pusat Penelitian Pedesaan dan Pengembangan Daerah","description":"","publisher":{"@id":"https:\/\/puslitdesbangda.lppm.uns.ac.id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/puslitdesbangda.lppm.uns.ac.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/puslitdesbangda.lppm.uns.ac.id\/#organization","name":"Pusat Penelitian Pedesaan dan Pengembangan Daerah","url":"https:\/\/puslitdesbangda.lppm.uns.ac.id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/puslitdesbangda.lppm.uns.ac.id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/puslitdesbangda.lppm.uns.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/WhatsApp_Image_2023-07-07_at_13.44.26__1_-removebg-preview-1-1.png","contentUrl":"https:\/\/puslitdesbangda.lppm.uns.ac.id\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/WhatsApp_Image_2023-07-07_at_13.44.26__1_-removebg-preview-1-1.png","width":449,"height":256,"caption":"Pusat Penelitian Pedesaan dan Pengembangan Daerah"},"image":{"@id":"https:\/\/puslitdesbangda.lppm.uns.ac.id\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/puslitdesbangda.lppm.uns.ac.id\/#\/schema\/person\/6294152fc0fc36c2a72ccbeefdee2ae2","name":"puslitdesbangda","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/9769582fc105dd566e077f65e4e3563cc661bff0644b2f244755e6a694b7fde5?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/9769582fc105dd566e077f65e4e3563cc661bff0644b2f244755e6a694b7fde5?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/9769582fc105dd566e077f65e4e3563cc661bff0644b2f244755e6a694b7fde5?s=96&d=mm&r=g","caption":"puslitdesbangda"},"sameAs":["http:\/\/puslitdesbangda.lppm.uns.ac.id"],"url":"https:\/\/puslitdesbangda.lppm.uns.ac.id\/?author=1"}]}},"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/puslitdesbangda.lppm.uns.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/649","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/puslitdesbangda.lppm.uns.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/puslitdesbangda.lppm.uns.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/puslitdesbangda.lppm.uns.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/puslitdesbangda.lppm.uns.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=649"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/puslitdesbangda.lppm.uns.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/649\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/puslitdesbangda.lppm.uns.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=649"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/puslitdesbangda.lppm.uns.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=649"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/puslitdesbangda.lppm.uns.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=649"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}