Strategi Pengembangan Kain Celup Ikat (Jumputan, Pelangi dan Tritik) sebagai Upaya Pelestarian Budaya melalui Industri Kreatif di Yogyakarta dan Sekitarnya

Ketua : Dr. Ir. Mohammad Harisudin, M.Si
Skim : Penelitian Strategis Nasional (Stranas) Tahun ke-2
Sumber Dana : DIKTI
Lama Penelitian : 2 Tahun

ABSTRAK

Kebutuhan masyarakat terhadap kain serupa batik, tritik, jumputan dan pelangi, menunjukkan peningkatan yang cukup berarti. Dewasa ini, kain-kain ini sering dipergunakan sebagai kain kaos, tas, baju, maupun kaos kaki. Kain serupa batik ini banyak diproduksi di Yogyakarta dan Solo. Desain dan model kain celup ikat memiliki karakteristik dan keunikan tersendiri sehingga mempunyai selling point yang relatif menarik. Efisiensi di semua aspek diperlukan untuk menghadapi persaingan dengan negara lain. Hal ini mencakup pengadaan bahan baku, produksi sampai pemasaran, dengan demikian dapat dihasilkan produk-produk yang berkualitas dengan harga bersaing. Pengrajin celup ikat di Yogyakarta dan Solo perlu meningkatkan kualitas dan menyusun strategi yang tepat untuk kesuksesan celup ikat di pasar domestic maupun internasional. kegiatan ini bertujuan untuk menciptakan desain baru corak kain celup ikat yang diminati masyarakat modern dan disesuaikan dengan tren fashion masa kini dan menciptakan inovasi teknik produksi desain baru corak kain celup ikat (tritik, jumputan dan pelangi) di Yogyakarta dan sekitarnya guna meningkatkan kualitas kain celup ikat dalam persaingan dengan produk tekstil lainnya di pasar domestik maupun internasional. kegiatan dilakukan di Yogya dan sekitarnya.

Penggunaan Bolus Sapi Perah sebagai Sumber Mikroba dalam Fermentasi Limbah Pertanian dan Suplementasi Molases Blok untuk Pakan Ternak di Kab Wonogiri

Ketua : Prof. Dr. Ir. Sudibya, MS
Skim : Iptek bagi Masyarakat (IbM)
Sumber Dana : PNBP UNS
Lama Penelitian : 1 Tahun

RINGKASAN

Penggunaan limbah pertanian sebagai pakan ternak ruminansia mempunyai keterbatasan yaitu adanya kandungan serat kasar yang tinggi sehingga daya cernanya rendah. Agar penggunaan dari limbah pertanian dapat ditingkatkan nilai daya cernanya (nilai nutriennya) sehingga perlu adanya metode pengolahan antara lain dengan fermentasi.

Melalui fermentasi maka limbah pertanian dapat ditingkatkan kualitas dan daya cernanya. Selanjutnya biasanya peternakan rakyat dalam memberikan pakan khususnya bahan baku konsentrat tidak selalu rutin artinya diberikan pada waktu musim panen padi saja, sehingga kecukupan nutrient dari ternak belum memenuhi baik secara kualitas dan kuantitasnya. Oleh karena itu perlu pakan tambahan dalam hal ini urea molasses blok.

Tujuan pertama dari kegiatan ini yaitu: a) memproduksi fermentasi dari limbah   pertanian yang baik, b) menumbuhkan budaya penerapan Ipteks hasil penelitian perguruan tinggi secara komersial, c) menumbuhkan usaha kecil menengah, d) meningkatkan sumber daya manusia, e) menciptakan lapangan kerja, f) memanfaatkan potensi sumber daya daerah khususnya limbah pertanian dan g) menumbuhkan kegiatan usaha yang income generating. Tujuan yang kedua dari kegiatan ini yaitu ingin menambahkan molasses blok untuk meningkatkan nilai nutrien sehingga daya cerna dari konsentrat ternak meningkat, akibat lebih lanjut pertambahan bobot badan ternak akan meningkat.

Target luaran dari kegiatan ini adalah: a) tercapainya peternak yang mampu melakukanpengelolaan pakan dengan silase dan fermentasi dari limbah pertanian  sebagai teknologi tepat guna, b) ketersediaan pakan sepanjang tahun dapat terpenuhi, sehingga peternak tidak kesulitan dalam pemberian pakan ternak. Selain itu suplementasi molasses blok akan meningkatkan nilai nutrient bahan dan nilai kecernaanya bertambah akibat lebih lanjut   produktifitas ternak meningkat terutama bobot badan sapi dan kambing, sehingga pendapatan peternak bertambah.

Manfaat dari kegiatan tersebut adalah menambah pengetahuan kepada peternak dalam bidang bahan pakan terutama hijauan, meningkatkan keterampilan peternak dalam mengolah limbah pertanian dengan teknik fermentasi menjadi bahan baku hijauan yang siap keberadaannya sepanjang tahun dan dapat meningkatkan nilai nutriennya serta suplementasi molasses blok dapat meningkatkan nilai nutrient konsentrat.

Metode yang digunakan pada kegiatan ini adalah ceramah, percontohan dan evaluasi kegiatan. Khalayak sasaran yang strategis adalah kelompok ternak sapi potong dan ternak kambing.

Lokasi kegiatan adalah di kelompok ternak “Ngudi Hasil” di Desa Jendi Kecamatan Selogiri Kabupaten Wonogiri dan kelompok ternak kambing “TirtaSari” Desa Bakalan Kecamatan Purwantoro Kabupaten Wonogiri.Beberapa institusi yang terlibat antara lain Dinas Peternakan Kabupaten Wonogiri, Universitas Sebelas Maret serta Pemerintah Desa Jendi Kecamatan Selogiri dan Desa Bakalan Kecamatan Purwantoro Kabupaten Wonogiri.

Sebagai kerangka berfikir untuk memecahkan masalah adalah diperlukan adanya pendekatan dengan masyarakat setempat agar terjadi interaksi sosial. Pendekatan tersebut menggunakan sistem instruksional dalam bentuk penyuluhan dan percontohan. Adanya dan interaksi sosial tersebut diharapkan tumbuh pengertian yang memberikan manfaat bagi masyarakat tersebut. Adapun yang menjadi khalayak sasaran adalah masyarakat peternak sapi potong sebanyak 32 orang di wilayah Kecamatan Selogiri Kabupaten Wonogiri termasuk para ketua kelompok, anggota kelompok dan pamong ternak dan 28 orang di wilayah Kecamatan Purwantoro Kabupaten Wonogiri. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan program Ipteks Bagi Masyarakat (IbM) adalah metode penyuluhan dan percontohan pembuatan  fermentasi dari limbah pertanian dan suplementasi molasses blok.

Berdasarkan hasil survei dari tim kegiatan program IbM telah dilaksanakan di Desa Jendi Kecamatan Selogiri Kabupaten Wonogiri dan Desa Bakalan Kecamatan Purwantoro.  Seluruh rangkaian kegiatan yang dimulai dengan orientasi lapang sampai pada percontohan pembuatan silase dan fermentasi dari limbah pertanian serta suplementasi molasses blok terus evaluasi tahap akhir selesai pada pertengahan bulan September 2016.

Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa proses transfer ilmu pengetahuan dan teknologi kepada peternak di Desa Jendi Kecamatan Selogiri dan Desa Bakalan Kecamatan Purwantoro Kabupaten Wonogiri cukup baik, dibuktikan bahwa sekitar 85 persen peserta memberikan respon yang antusias untuk menindaklanjuti materi yang telah disampaikan selama kegiatan berlangsung.

Berdasarkan pelaksanaan dan evaluasi hasil kegiatan dapat disimpulkan bahwa delapan puluh lima (85) persen peserta dapat menyerap dan melakukan kembali pembuatan silase dan fermentasi dari limbah pertanian sebagai pakan ternak sapi potong serta suplementasi molasses blok sebagai pengganti konsentrat.  Semua peserta sadar akan pentingnya pola pakan sepanjang tahun yang berkesinambungan dengan memanfaatkan limbah pertanian. Namun ada diantara peserta yang kurang mampu meluangkan waktunya untuk membuat silase dan fermentasi limbah pertanian dengan bolus ternak ruminansia dan suplementasi molasses blok untuk mengganti konsentrat secara berkesinambungan.

Disarankan perlunya evaluasi yang kontinyu untuk menindaklanjuti kegiatan tersebut yaitu mengenai perubahan sikap peternak dan produktivitas ternaknya, sehingga setiap materi yang disampaikan kepada peternak mampu diserap dan membawa perubahan ke arah yang lebih baik.

Kata kunci: bolus sapi perah, fermentasi limbah pertanian dan molasses blok

Workshop Evaluasi Borang dan Sistem Akreditasi Pusat Studi

Senin, 7 November 2016 bertempat di Hotel Dana Surakarta, PUSLITDESBANGDA LPPM UNS mengikuti workshop “Evaluasi Borang dan Sistem Akreditasi Pusat Studi di Lingkungan LPPM UNS Surakarta”. Workshop dihadiri oleh para kepala pusat studi dan stafnya masing-masing beserta seluruh jajaran staf dan pimpinan LPPM UNS. Evaluasi borang dan sistem akreditasi pusat studi tahun ini tidak lagi berdasarkan pada dokumen isian borang yang harus dijilid, melainkan menggunakan sistem baru yang berbasis pada luaran/output yang diinput secara online ke dalam iris1103. Dengan menggunakan sistem ini akan lebih simpel dan mudah bagi pusat studi dalam menginput kinerjanya masing-masing.

Update Data Sismiop PBB-P2 di Kab. Grobogan

PUSLITDESBANGDA LPPM UNS bekerja sama dengan Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Grobogan dalam kegiatan Update Data Sismiop PBB-P2 di Kabupaten Grobogan. Kegiatan yang diketuai oleh Drs. Sugiyanto, M.Si, M.Si dari FKIP Geografi UNS ini melibatkan sekitar 20 mahasiswa yang telah habis teori dan ditargetkan selesai hingga 20 Desember tahun ini.

Maksud dilakukannya kegiatan pendataan dan penilaian PBB ini adalah untuk menghimpun data potensi yang lebih akurat dan menganalisa permasalahan yang berkaitan dengan potensi Pajak Bumi dan Bangunan agar bisa dijadikan sebagai acuan dalam penentuan kebijakan di bidang pajak daerah, khususnya untuk Pajak Bumi dan Bangunan. Secara umum pendataan dan penilaian (menghitung) potensi peningkatan Pajak Daerah khususnya untuk Pajak Bumi dan Bangunan pada akhirnya bertujuan untuk mengoptimalkan pendapatan daerah sesuai dengan potensi riil yang ada. Untuk itu secara teknis kegiatan ini bertujuan khusus untuk: (1) Menghitung perkembangan masing-masing obyek pajak di wilayah  yang ditentukan di hitung secara sensus di Kabupaten Grobogan dengan wilayah yang secara potensial meningkat perkembangannya dari segi pemetaan geografis bangunan; (2) Menentukan lokasi obyek yang akan didata dengan melalui Penyebaran SPOP dan  L-SPOP, dengan difokuskan pada beberapa wilayah; (3) Menghitung proyeksi dan simulasi sesuai target penyebaran sebagai dasar evaluasi penetapan jumlah kenaikan Pendapatan melalui sektor PBB; dan (4) Menggambar peta Blok di masing-masing desa yang telah didata wajib pajaknya (-Desi-).

Pelatihan Peningkatan SDM Anggota DWP Grobogan

p_20160419_113446Selasa, 19 April 2016 bertempat di Gedung Riptaloka Kabupaten Grobogan, PUSLITDESBANGDA LPPM UNS kembali mengadakan pelatihan “Peningkatan Sumber Daya Manusia dan Pendidikan Politik bagi Anggota Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Grobogan”. Acara tersebut didahului dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya oleh seluruh peserta, dilanjutkan dengan sambutan dari Kepala PUSLITDESBANGDA LPPM UNS dan sambutan sekaligus pembukaan oleh Ibu Bupati Kabupaten Grobogan. Untuk materi pelatihannya bertemakan “Peningkatan Sumber Daya Manusia dan Pendidikan Politik bagi Anggota Dharma Wanita Persatuan Indonesia” yang disampaikan oleh Ir. Herawati, MM (Istri dari Wakil Rektor IV UNS, Dr. Widodo Muktiyo, SE, M.Com).

Pelatihan yang diikuti oleh kurang lebih 120 perempuan, khususnya anggota Dharma Wanita Persatuan di Kabupaten Grobogan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran perempuan di bidang politik melalui pendidikan dan pelatihan serta meningkatkan rasa percaya diri perempuan pada kemampuan mereka sendiri untuk bersaing dengan laki-laki dalam upaya di bidang politik dan perlunya sosialisasi konsep bahwa arena politik terbuka bagi semua warga negara, dan bahwa politik bukan arena yang penuh konflik dan dan intrik yang menakutkan (-Desi-).


Bintek Peningkatan SDM Karyawan/Karyawati Dinas Pendidikan

dsc_0797PUSLITDESBANGDA LPPM UNS kembali mengadakan Bimbingan Teknis (Bintek) di pertengahan bulan Maret ini. Bintek yang telah diselenggarakan hari Rabu, 16 Maret 2016 kali ini mengusung tema “Peningkatan Sumber Daya Manusia Karyawan/Karyawati di Lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Grobogan Tahun Anggaran 2016”.

Pelaksanaan Bintek yang berlangsung selama 5 hari (1 hari in class dan 4 hari out class (study lapangan)) ini dimulai dari tanggal 16 Maret 2016 dengan rangkaian kegiatan antara lain: 1) Bintek teori dengan materi “Peningkatan Kinerja dalam Bidang Pendidikan Sesuai Era Masyarakat Ekonomi Asia” yang disampaikan oleh Lukman Hakim , SE, M.Si, Ph.D (Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret) dan “Kesesuaian Perencanaan dan Penganggaran pada Pelaksanaan Kegiatan dalam APBD” yang disampaikan oleh Drs. Sumardi, M.Si (Staf Peneliti di PUSLITDESBANGDA LPPM UNS); 2) Studi lapangan mengenai Sosial dan Budaya di Desa Bayan, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara; 3) Kunjungan kerja ke Dinas Pendidikan Kabupaten Badung Provinsi Bali; dan 4) Refleksi antara teori dan praktek yang dipandu dari Tim UNS.

Dengan dilaksanakannya Bintek ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman dan keterampilan SDM bagi aparatur di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Grobogan terutama dalam menghadapi era Masyarakat Ekonomi Asia serta dapat mencakup berbagai potensi yang terkandung pada setiap manusia, antara lain pikiran (ide), pengetahuan, sikap dan keterampilan yang memberi pengaruh terhadap kapasitas kemampuan manusia untuk melaksanakan pekerjaan yang produktif. Jika pengeluaran untuk meningkatkan kualitas SDM ditingkatkan, maka nilai produktivitas dari SDM tersebut akan menghasilkan nilai baik dan  cerdas (-Desi-).

Bintek Penyusunan Produk Hukum Daerah

img_0688-copyHari Jum’at lalu, tanggal 12 Februari 2016 bertempat di Pusdiklat UNS telah diselenggarakan Bimbingan Teknis Penyusunan Produk Hukum Daerah. Kegiatan ini berlangsung sampai dengan hari Sabtu, 13 Februari 2016 atas kerjasama antara Pusat Penelitian Pedesaan dan Pengembangan Daerah (PUSLITDESBANGDA-LPPM UNS) dengan Bagian Hukum dan HAM Sekretariat Daerah Kabupaten Grobogan. Tujuan diadakannya bimtek ini adalah: 1) Untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman aparatur pemerintah di bidang hukum, khususnya dalam menyusun produk hukum daerah secara terencana, terpadu dan sistematis agar menghasilkan sumber daya aparatur yang mampu dan terampil dalam menyusun produk hukum daerah; dan 2) Menyamakan persepsi serta meningkatkan koordinasi penyusunan produk hukum daerah.

Kegiatan ini dihadiri oleh 100 (seratus) orang, berasal dari unsur pejabat/staf yang menangani produk hukum daerah di masing-masing SKPD di Kabupaten Grobogan. Sebagai narasumber dalam kegiatan tersebut yaitu, Biro Hukum Provinsi Jawa Tengah, Direktur Fasilitasi Perancangan Peraturan Daerah dan Pembinaan Perancang Peraturan Perundang Undangan Kementerian Hukum dan HAM, Kasi Bimbingan dan Konsultasi Perancang Peraturan Perundang-Undangan Kementerian Hukum dan HAM serta 2 (dua) narasumber dari Fakultas Hukum UNS dan salah satu Staf Peneliti PUSLITDESBANGDA-LPPM UNS.

Penyelenggaraan bimtek ini memiliki arti penting dan strategis guna menyamakan persepsi dan meningkatkan koordinasi dalam penyusunan peraturan perundang-undangan. Melalui bintek tersebut, diharapkan dapat mencetak tenaga penyusun/perancang (legal drafter) yang mampu merancang produk hukum daerah yang baik, benar dan berkualitas sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku. Selain mampu dalam merancang peraturan perundang-undangan, aparatur pemerintah juga dituntut untuk memiliki kemampuan dalam memahami dan melaksanakan peraturan perundang-undangan. Hal tersebut sangat penting karena sebaik apapun peraturan perundang-undangan dibuat, apabila tidak ditunjang oleh aparatur pemerintah yang baik dan jujur, dapat dipastikan hasilnya juga kurang maksimal. Sebaliknya, meskipun peraturannya kurang sempurna tetapi dilaksanakan oleh aparatur  pemerintah yang baik, maka hasilnya akan jauh lebih baik (-Desi-).

Bintek Pelayanan Perijinan dan Penanaman Modal

Rabu, 7 Oktober 2015 bertempat di Ruang Rapat Wakil Bupati Grobogan telah diselenggarakan kegiatan Bimbingan Teknis Pelayanan Perijinan dan Penanaman Modal bagi Aparatur Perijinan di Lingkungan BPPT Kabupaten Grobogan Tahun 2015. Kegiatan ini merupakan kerjasama antara Badan Pelayanan Perijinan Terpadu (BPPT) Kabupaten Grobogan dengan PUSLITDESBANGDA LPPM UNS.

Para narasumber dalam bimtek ini adalah (1) Waluyo, SH, MH (Fakultas Hukum UNS – Pakar Hukum Tata Negara) dengan tema “Konsep Layanan Perizinan dan Non Perizinan Bidang Penanaman Modal Pasca Peraturan Presiden Nomor 2 Tahun 2015″; (2) Drs. Sumardi, M.Si (Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNS – Pakar Ekonomi Daerah) dengan tema “Mewujudkan Kebijakan dan Peningkatan Penanaman Modal untuk Menarik Investasi”; dan (3) Dr. Sutopo, MS (Fakultas Ilmu Sosial dan Politik UNS) yang memberi penjelasan tentang Kunjungan kerja (-Desi-).

Pengaruh Nilai Modal Sosial bagi Kelompok Tani Sabuk Hijau di Tepian Waduk Kedung Ombo

PENGARUH NILAI EKONOMI MODAL SOSIAL BAGI KELOMPOK TANI SABUK HIJAU DI TEPIAN WADUK KEDUNG OMBO TERHADAP SIKAP KEMANDIRIANNYA DALAM MENGELOLA LAHAN SABUK HIJAU, merupakan penelitian Unggulan Perguruan Tinggi Tahun 2015 yang diraih oleh Puslitdesbangda LPPM UNS dengan sumber dana dari DIKTI. Penelitian ini diketuai oleh Dr. Sutopo, MS dengan anggotanya yaitu Prof. Dr. Ir. Supriyono, MS.

Dalam sejarah pembangunan bendungan-bendungan besar di Indonesia, waduk Kedung Ombo dapat dikatakan yang paling popular dan banyak menarik perhatian dunia. Waduk ini dibangun pada masa Orde Baru yaitu tahun 1985. Kasus yang mencuat saat itu terutama tertuju pada proses ganti rugi dan pemindahan penduduk yang tergusur oleh proyek tersebut. Pada saat itu pemerintah selalu memberi prioritas pembangunan fisik di wilayah itu, seperti jalan beraspal, pembangunan masjid, pasar, puskesmas dan berbagai skala kredit bunga sangat rendah ke wilayah saat itu. Semua berbagai pembangunan fisik dan berbagai kebijakan sosial lainnya diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan petani di wilayah itu.

Dengan berjalannya waktu, ada dua kelompok tani yang sejak dahulu bergerak mengolah lahan sabuk hijau dengan rasa kekompakan serta rasa persatuan dan kemitraan dengan masyarakat luar maupun dengan masyarakat di wilayah itu. Untuk itu sangat menarik kalau dilakukan penelitian tentang pengaruh nilai ekonomi modal sosial bagi kelompok tani sabuk hijau di tepian waduk Kedung Ombo terhadap sikap kemandiriannya dalam mengelola lahan sabuk hijau.

Kesimpulan dalam penelitian ini antara lain: (1) Modal sosial telah membawa komunitas petani mampu mengendalikan modal lingkungan, modal fisik, modal ekonomi, modal manusia, modal politik dan modal informasi yang ada; dan (2) Kesadaran sebagai bagian dari kehidupan bersama, modal sosial yang ada telah menjadi dasar pemantapan keterorganisasian di tingkat komunitas petani lahan sabuk hijau di seluruh kelompok tani lahan di kawasan tepian waduk Kedung Ombo. Dan adapun saran-saran yang disampaikan dalam penelitian ini adalah: (1) Dukungan pemerintah berupa bantuan penyelenggaraan usahatani berikut mekanisme yang telah berkembang diperlukan untuk menjaga dan melanggengkan modal sosial petani lahan pasir pantai; dan (2) Masyarakat perlu terus mengembangkan dan mensosialisasikan modal komunitas yang telah terbentuk untuk generasi penerus agar tidak terjadi keterputusan mekanisme modal sosial yang telah ada (-Desi-).

Bintek Penyusunan APBD TA. 2016 bagi Kepala SKPD Kab. Grobogan

Bimbingan teknis mengenai penyusunan APBD kembali diselenggarakan oleh Puslitdesbangda LPPM UNS bekerja sama dengan Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Grobogan. Kegiatan Bimbingan Teknis Penyusunan APBD Tahun Anggaran 2016 bagi Kepala SKPD di Kabupaten Grobogan ini berlangsung selama dua hari, yakni dari tanggal 5 – 6 Agustus 2015 di Gedung Pusdiklat UNS.

Adapun para narasumber dalam bimtek ini adalah: (1) Drs. Daryanto, SH, MM (Tenaga Ahli pada Direktorat Administrasi Pendapatan Daerah dan Investasi Daerah Ditjen Keuangan Daerah Kemendagri RI) dengan mengusung tema “Petunjuk Penyusunan APBD Tahun 2016″; (2) Irwan Taufiq Ritonga, S.E., M.Bus., Ph.D., CA. (Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM) dengan tema “Analisa Standar Biaya (ASB)”; (3) Imam Mukhlis Affandi, S.Si., M.E. (Kasi Pembiayaan Penataan Daerah III, Dit. Pembiayaan & Kapasitas Daerah, Ditjen Perimbangan Keuangan, Kemenkeu RI) dengan tema “Kebijakan Dana Alokasi Khusus Tahun 2016″; dan (4) Setya Budi Arijanta, S.H., Kn. (Direktur Pengembangan Strategi dan Kebijakan Pengadaan Umum LKPP Pusat) dengan tema “Regulasi Perundangundangan Sistem Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah”.

Kegiatan ini diikuti oleh 130 peserta yang merupakan para Kepala SKPD yang ada di Kabupaten Grobogan. Penyusunan APBD TA 2016 di daerah ini harus disinkronkan dengan kebijakan pemerintah pusat dalam hal ini pemerintah membuat Rencana Kerja Pemerintah (RKP) tahun 2016 yang menetapkan tema “Mempercepat Pembangunan Infrastruktur untuk Memperkuat Pondasi Pembangunan yang Berkualitas”. Untuk itulah kegiatan pelatihan teknis/bimbingan teknis ini diadakan supaya para pegawai di lingkungan satuan kerja perangkat daerah (dalam hal ini para Kepala SKPD) memperoleh pemahaman dan keahlian dalam menyusun APBD sesuai regulasi yang baru (-Desi-).