Pusat Penelitian Pedesaan dan Pengembangan Daerah

Loading

Penguatan Usaha Tani Kopi:  Puslitdesbangda LPPM UNS Gelar Pelatihan Pengendalian Hama dan Penyakit Tanaman Kopi di Temanggung

Penguatan Usaha Tani Kopi:  Puslitdesbangda LPPM UNS Gelar Pelatihan Pengendalian Hama dan Penyakit Tanaman Kopi di Temanggung

Temanggung, 2026 — Upaya peningkatan produktivitas dan keberlanjutan usahatani kopi terus dilakukan melalui kegiatan pelatihan terpadu yang menghadirkan akademisi dan pakar di bidangnya. Kegiatan ini dilaksanakan di Dusun Purwodadi, Desa Banjarsari, Kecamatan Kandangan, Kabupaten Temanggung dan diikuti oleh para petani kopi anggota kelompok tani Rukun Tani III. Kegiatan ini diselenggarakan oleh tim peneliti dari Pusat Penelitian Pedesaan dan Pengembangan Daerah (Puslitdesbangda) LPPM Universitas Sebelas Maret (UNS) melalui Hibah Community Development Program EQUITY THE Impact Rankings 2025. Tim pengabdian diketuai oleh Ernoiz Antriyandarti dengan anggota Wiwit Rahayu, Andriyana Setyawati, Elika Joeniarti yang diperkuat tim pelaksana Susi Wuri Ani, Rakhma Melati Sujarwo dan Muhammad Fariz Yoga Pranata. Pelatihan diawali dengan pemaparan materi mengenai usahatani kopi oleh Susi Wuri Ani. Dalam sesi ini, petani memperoleh pemahaman mengenai pengelolaan input produksi, serta pentingnya perencanaan usaha tani untuk meningkatkan produktivitas dan pendapatan petani. Selanjutnya, materi mengenai hama dan penyakit tanaman (HPT) kopi yang dipandu oleh Elika Joeniarti sebagai ahli proteksi tanaman. Kedua narasumber menjelaskan berbagai jenis hama dan penyakit yang umum menyerang tanaman kopi, cara identifikasi dini gejala serangan, serta strategi pengendalian yang efektif dan ramah lingkungan sejalan dengan SDG 2 (Zero Hunger), SDG 4 (Quality Education), SDG 8 (Decent Work and Economic Growth), SDG 12 (Responsible Consumption and Production) dan SDG 17 (Partnerships for the Goals). Tidak hanya penyampaian materi, kegiatan ini juga dilengkapi dengan praktik langsung pengaplikasian pupuk organik dari limbah kopi pada tanaman kopi di lapangan. Para petani diajak untuk memahami teknik pemupukan yang tepat, mulai dari dosis, waktu aplikasi, hingga metode pemberian pupuk yang sesuai dengan kondisi tanaman. Pendekatan praktik ini diharapkan mampu meningkatkan pemahaman sekaligus keterampilan teknis petani dalam pengelolaan kebun sehari-hari.

Antusiasme peserta terlihat dari aktifnya diskusi dan sesi tanya jawab selama kegiatan berlangsung. Para petani berbagi pengalaman terkait kendala serangan hama, penurunan produktivitas, serta tantangan dalam pengelolaan biaya produksi. Interaksi ini menjadi ruang dialog yang konstruktif antara petani dan narasumber untuk menemukan solusi yang aplikatif sesuai kondisi lokal. Melalui kegiatan ini, diharapkan petani kopi mampu meningkatkan kapasitas dalam pengelolaan usahatani, pengendalian hama dan penyakit, serta penerapan teknik pemupukan yang tepat. Kegiatan ini sekaligus mencerminkan komitmen perguruan tinggi dalam mendampingi masyarakat melalui transfer pengetahuan dan praktik lapangan yang relevan dengan kebutuhan petani. Kegiatan yang bekerja sama dengan Kyoto university (Jepang) dan Ho Chi Minh City University of Economics (Vietnam) ini diharapkan dapat memperkuat usaha tani kopi yang semakin resilient menghadapi tantangan produksi dan perubahan lingkungan di masa mendatang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *