Pusat Penelitian Pedesaan dan Pengembangan Daerah

Loading

PUSLITDESBANGDA Melaksanakan Pendampingan New Desa BRILiaN Batch 1 2024 di 7 Provinsi

Surakarta, 11 Juli 2024. Pusat Penelitian Pedesaan dan Pengembangan Daerah (Puslitdesbangda) LPPM Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta melaksanakan rangkaian kegiatan Assitance New Desa BRILiaN Batch 1 2024. Kegiatan ini merupakan tindaklanjut dari kegiatan pemberdayaan New Desa BRILiaN Batch 1 dalam bentuk pelatihan online bersama 473 desa dari 7 Provinsi di Seluruh Indonesia, meliputi: Wilayah Regional Office BRI Bandar Lampung, Palembang, Pekanbaru, Padang, Medan, Banjarmasin, dan Makassar. Setelah dilakukan kegiatan pelatihan maka diperoleh 40 desa terpilih yang mendapatkan penghargaan dari BRI dan dari 40 desa terpilih diperoleh 15 desa yang mendapatkan reward berupa pendampingan langsung oleh Tim Puslitdesbangda dan Ecosystem BRI Regional Office. Pendampingan dilakukan untuk meningkatkan kapasitas Perangkat Desa dan Pengurus BUMDesa dalam hal perencanaan, pengelolaan dan pengembangan desa.

Pada kegiatan assitance ini, fokus pendampingan pada aspek perencanaan pembangunan desa, pengelolaan keuangan desa, inovasi dan digitalisasi desa, layanan finansial, penyusunan bisnis model dan SOP BUMDes, Legalitas BUMDes, manajemen keuangan dan administrasi BUMDes. Tim Puslitdesbangda melaksanakan kegiatan pendampingan desa BRILiaN dilakukan selama 5 hari dan dilanjutkan dengan melakukan eksplorasi potensi desa dan diskusi pengembangan desa bersama perangkat desa dan pengurus BUMDesa.

Fasilitasi Pelindungan Kekayaan Intelektual di Kota Mataram

Berembe Kabar Mataram!! Fasilitasi pelindungan KI tahun ini bakal hadir di Mataram!

Kegiatan Fasilitasi Pelindungan Kekayaan Intelektual diselenggarakan oleh Direktorat Pengembangan Kekayaan Intelektual Industri Kreatif Deputi Bidang Ekonomi Digital dan Produk Kreatif Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/ Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif bekerja sama dengan Pusat Penelitian Pedesaan dan Pengembangan Daerah, Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Sebelas Maret.

Khusus buat pelaku usaha Pariwisata dan Ekonomi Kreatif di Mataram dan sekitarnya yang punya usaha tapi belum punya Sertifikat Kekayaan Intelektual (KI) usaha kamu yuk gabung pada kegiatan Fasilitasi Pelindungan Kekayaan Intelektual di Kota Mataram

Kamu berkesempatan konsultasi usaha kamu dengan narasumber ahli Kekayaan Intelektual dan juga berkesempatan untuk menerima fasilitasi pendaftaran kekayaan intelektual kamu loh !

GRATIS!! βœ…βœ…
Gercep, kuota terbatas !!

Yuk Sob, ajak temen kamu yang juga pelaku usaha UMK untuk daftar ke acara ini :

πŸ”— https://motce.id/fpki-ntb
πŸ—“οΈ 25 Maret 2024
πŸ“Prime Park Hotel and Convention Lombok

Go Register Your IP!

DaftarKI

Wonderfulndonesia

kekayaanintelektual

WORKSHOP FORUM TEKSTIL BERKELANJUTAN

Pusat Penelitian Pedesaan dan Pengembangan Daerah (PUSLITDESBANGDA) LPPM UNS menyelenggarakan workshop forum tekstil berkelanjutan. Bekerjasama dengan Perserikatan BUMDesa Indonesia dan organisasi Solidaridad Indonesia, puslitdesbangda merumuskan kebutuhan penguatan dan pendampingan kluster desa tekstil di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. Bertempat di Ruang Sidang LPPM Universitas Sebelas Maret, workshop menghadirkan Narasumber dari Akademi/Pakar di bidang industri tekstil batik dari fakultas seni rupa dan desain Bapak Darwoto, S.Sn, M.Sn. serta perwakilan dari Bank Negara Indonesia (BNI). Di akhir diskusi dirumuskan beberapa poin rekomendasi yaitu: (1) penguatan dan pendampingan tidak hanya sebatas pada modal sosial, ekonomi dan budaya, tetapi juga harus bergeser pada modal simbolis. Dimana modal simbolis lebih adaptif terhadap perubahan-perubahan, seperti: penguatan teknologi dan digital marketing. Sementara penguatan aspek non produksi diarahkan pada penguatan digitalisasi skill para penggiat batik, seperti : konten kreator dll. (2) penguatan dan pendampingan desa harus berbasis kolaborasi pentahelix, yang melibatkan unsur masyarakat, swasta, pemerintah dan pakar/akademisi. (3) penguatan dan pendampingan desa tekstil perlu didukung oleh kebijakan Pemerintah yang mendukung pengembangan desa tekstil yang berkelanjutan.